Juventus Menang, Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Baru Liga Champions

Cristiano Ronaldo lagi-lagi mencetak rekor di Liga Champions. Bukan rekor gol, CR 7 berhasil megukir namanya dengan rekor kemenangan. Pemain berusia 33 tahun menjadi pemain pertama yang mencatatkan 100 kemenangan di Liga Champions. Ini menjadi rekor istimewa bagi pesepakbola pro Eropa karena belum ada pemain lain yang pernah mencapainya .

Kemenangan yang diraih oleh Juventus di laga melawan Valencia punya arti penting bagi sosok Cristiano Ronaldo. Sebab, Ronaldo kini tercatat telah mengumpulkan 100 kemenangan saat bermain di Liga Champions.
Ronaldo adalah pemain pertama yang mencapai level tersebut, bahkan Lionel Messi pun belum mampu mencapainya.

Juventus menang dengan skor 1-0 saat menjamu Valencia pada laga babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (28/11) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium tersebut, Juve menang lewat gol tunggal yang dicetak Mario Mandzukic.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Si Nyonya Tua lolos ke babak 16 Besar. Saat ini, Juventus berada di puncak klasemen Grup H dengan 12 poin. Di posisi kedua ada Manchester United dengan jarak dua poin.

Ronaldo meraih catatan tersebut dengan klub-klub yang pernah dia bela sebelumnya, termasuk bersama Real Madrid dan Manchester United.

Ronaldo memang punya catatan gemilang di Liga Champions. Pemain asal Portugal sejauh ini masih tercatat sebagai pencetak gol paling banyak sepanjang masa. Selain itu, dia juga sudah lima kali meraih gelar juara di Liga Champions.

Bukan hanya Cristiano Ronaldo yang sukses mengukir rekor di pentas Liga Champions. Juventus pun tidak ketinggalan untuk mencatatkan rekor pada kompetisi yang terakhir kali mereka juarai pada musim 1995-96 tersebut.

OptaPaolo

@OptaPaolo
5 – Per la prima volta nella storia della #UCL/Coppa dei Campioni la #Juventus ha raggiunto gli ottavi di finale per cinque edizioni consecutive. Infallibile. #JuveVFC

Selain rekor Ronaldo., klub Juventus juga menciptakan rekor baru. Berdasarkan catatan Opta, untuk kali pertama sepanjang sejarah klub, Juventus lolos ke babak 16 Besar Liga Champions lima musim beruntun. Rekor ini dicapai setelah Paulo Dybala dan kolega lolos ke babak 16 Besar pada musim 2018/19 ini.

Presiden Juventus, Andrea Agnelli Tegaskan Liga Super Eropa Hanya Wacana

Presiden Juventus, Andrea Agnelli angkat bicara mengenai wacana pembentukan Liga Super Eropa. Rencana ini pun direspon serius dan sempat dibahas di pertemuan ECA. Namun, Agnelli mengungkapkan bahwa isu itu sudah berakhir.

Sejak awal musim beredar kabar bahwa beberapa klub top Eropa berencana membentuk sebuah kompetisi bertajuk Liga Super Eropa. Turnamen ini nantinya akan menggeser Liga Champions, di mana klub-klub top Eropa tersebut dikabarkan tidak puas dengan sistem Liga Champions yang ada saat ini.

Menurut bocoran informasi yang dikeluarkan media Jerman, Der Spiegel, ada 12 klub yang kabarnya akan menginisiasi turnamen tersebut. Salah satunya adalah Juventus, yang mana presiden mereka Andrea Agnelli juga menjadi presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA).

Menanggapi rumor ini Agnelli dengan tegas membantah bahwa ada wacana pembentukan Liga Super Eropa tersebut. “Tidak ada pembicaraan mengenai hal itu [pembentukan Liga Super Eropa],” buka Agnelli seperti yang dilansir Goal International.

Agnelli mengakui wacana pembicaraan mengenai Liga Super Eropa itu sempat tercetus di tahun 2015 silam, namun hingga saat ini tidak ada pembicaraan lagi mengenai hal tersebut.

“Sepengetahuan saya selaku Presiden ECA dan Juventus, di tahun 2018 ini tidak ada satupun pembicaraan mengenai Liga Super Eropa.”

“Memang betul kami pernah membicarakan hal ini di tahun 2015 silam. Namun pada saat itu adalah kali terakhir kami membicarakan potensi menggelar Liga Super tersebut.”

Agnelli juga menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya sama sekali belum berniat untuk mengupayakan pembentukan Liga Super Eropa karena ia memiliki kesaman visi dengan Presiden UEFA saat ini.

“Pembicaraan mengenai Liga Super Eropa belakangan ini tidaklah benar.”

“Sejak tahun 2015, Presiden Ceferin terpilih sebagai Kepala UEFA dan saya dipilih sebagai ketua ECA. Sejak saat itu kami sering bertukar pikiran apa yang bisa kami lakukan setelah tahun 2024 mendatang.” tandasnya.